Muslim DoaMuslimDoa

Doa Sholat Hajat

Doa yang dibaca setelah sholat hajat 2 rakaat untuk memohon dikabulkannya hajat atau keperluan kepada Allah

Doa Sholat Hajat

Doa Sholat Hajat

Tirmidzi (479)
Terverifikasi

Doa yang dibaca setelah sholat hajat 2 rakaat untuk memohon pengabulan keperluan dan hajat kepada Allah

Abdullah bin Abi Aufa RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW keluar untuk menemui kaum yang membutuhkan sesuatu, lalu beliau bersabda: Barangsiapa mempunyai hajat kepada Allah atau kepada seseorang dari anak cucu Adam, hendaklah ia berwudhu... kemudian sholat dua rakaat, lalu membaca doa ini Dibaca setelah melaksanakan sholat hajat 2 rakaat, ketika seseorang memiliki keperluan atau keinginan yang ingin dimohonkan kepada Allah. Bisa dilakukan kapan saja ketika ada hajat yang mendesak

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لاَ تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Tansliterasi

Laa ilaaha illallaahul haliimul kariim, subhaanallaahi rabbil 'arsyil 'azhiim, alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin. As-aluka mujibaati rahmatika, wa 'azaa-ima maghfiratika, wal ghaniimata min kulli birrin, was salaamata min kulli itsmin. Laa tada' lii dzanban illaa ghafartahu, wa laa hamman illaa farrajtahu, wa laa haajatan hiya laka ridhan illaa qadhaytahaa yaa arhamar raahimiin

Terjemahan

Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Pemurah. Maha Suci Allah, Rabb yang memiliki 'Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Aku memohon kepada-Mu segala sebab-sebab rahmat-Mu, ketetapan pengampunan-Mu, keberuntungan dari segala kebaikan, dan keselamatan dari segala dosa. Janganlah Engkau biarkan bagiku dosa melainkan Engkau ampuni, kesusahan melainkan Engkau hilangkan, dan hajat yang Engkau ridhai melainkan Engkau kabulkan, wahai Dzat Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi

Waktu yang dianjurkan

  • Ketika ada hajat
  • Sepertiga malam terakhir
  • Setelah sholat 2 rakaat

Pengulangan

1xDibaca setelah sholat hajat 2 rakaat, kemudian sebutkan hajat spesifik yang diinginkan

Indikator

Mudah diucapkan

Medium

Mudah diingat

Medium

Popularitas

High

Keaslian sumber

Hasan

Sumber & Referensi

Doa ini didukung oleh sumber-sumber yang terpercaya berikut ini:

Sumber Utama

Hadis
Utama
Hasan

HR. Tirmidzi : 479

Terverifikasi Para Ulama

Doa ini telah diteliti dan diverifikasi oleh para ulama sebagai doa yang shahih dan sesuai dengan syariat Islam.

Keutamaan

  • Sarana memohon pengabulan hajat kepada Allah
  • Mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah
  • Mendapat ketenangan hati dalam menghadapi masalah
  • Melatih ketawakalan dan kesabaran kepada Allah

Frequently Asked Questions

Bagaimana tata cara sholat hajat yang benar?

Berwudhu dengan sempurna, niat sholat hajat 2 rakaat, pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah baca Al-Kafirun, rakaat kedua setelah Al-Fatihah baca Al-Ikhlas. Setelah salam, baca doa di atas lalu sebutkan hajat yang diinginkan dengan tawadhu.

Kapan waktu terbaik untuk sholat hajat?

Waktu terbaik adalah sepertiga malam terakhir karena merupakan waktu mustajab. Namun sholat hajat boleh dilakukan kapan saja ketika ada keperluan, kecuali waktu-waktu yang dilarang untuk sholat sunnah (setelah subuh hingga terbit matahari, saat matahari tepat di tengah, dan setelah ashar hingga maghrib).

Apakah hajat pasti dikabulkan setelah sholat hajat?

Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Doa yang dikabulkan bisa dalam tiga bentuk: dikabulkan sesuai permintaan, disimpan sebagai pahala di akhirat, atau dihindarkan dari musibah yang setimpal. Yang penting adalah tetap berdoa, berusaha, dan bertawakal kepada Allah.

Verified By

  • Imam Tirmidzi (Sunan Tirmidzi)
  • Imam Ibnu Majah (Sunan Ibnu Majah)
  • Imam An-Nawawi (Kitab Al-Adzkar)

Penjelasan Lengkap

Doa Sholat Hajat

Bacaan Arab

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لاَ تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Cara Membaca (Transliterasi)

Laa ilaaha illallaahul haliimul kariim, subhaanallaahi rabbil 'arsyil 'azhiim, alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin. As-aluka mujibaati rahmatika, wa 'azaa-ima maghfiratika, wal ghaniimata min kulli birrin, was salaamata min kulli itsmin. Laa tada' lii dzanban illaa ghafartahu, wa laa hamman illaa farrajtahu, wa laa haajatan hiya laka ridhan illaa qadhaytahaa yaa arhamar raahimiin

Arti

"Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Pemurah. Maha Suci Allah, Rabb yang memiliki 'Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Aku memohon kepada-Mu segala sebab-sebab rahmat-Mu, ketetapan pengampunan-Mu, keberuntungan dari segala kebaikan, dan keselamatan dari segala dosa. Janganlah Engkau biarkan bagiku dosa melainkan Engkau ampuni, kesusahan melainkan Engkau hilangkan, dan hajat yang Engkau ridhai melainkan Engkau kabulkan, wahai Dzat Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi."

Penjelasan

Sholat hajat adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan ketika seorang muslim memiliki keperluan atau keinginan yang ingin dimohonkan kepada Allah SWT. Kata "hajat" berarti keperluan atau kebutuhan, bisa berupa urusan dunia maupun akhirat.

Doa sholat hajat ini memiliki struktur yang sangat indah dan komprehensif. Dimulai dengan pengakuan keesaan Allah dengan menyebut dua sifat-Nya yang agung: Al-Halim (Maha Penyantun) dan Al-Karim (Maha Pemurah). Penyebutan kedua sifat ini memberikan harapan bahwa Allah akan bersikap santun dan pemurah dalam mengabulkan hajat kita.

Dilanjutkan dengan tasbih (Maha Suci Allah) dan pengakuan bahwa Allah adalah Rabb pemilik 'Arsy yang agung, menunjukkan kekuasaan Allah yang mutlak atas segala sesuatu. Kemudian memuji Allah sebagai Rabb semesta alam yang mengatur seluruh alam semesta.

Bagian permohonan dimulai dengan memohon "mujibaati rahmatika" (segala sebab-sebab rahmat Allah) - yaitu segala hal yang mendatangkan rahmat Allah. Kemudian memohon "azaa-ima maghfiratika" (ketetapan pengampunan-Nya) - yaitu keputusan Allah untuk mengampuni dosa-dosa.

Permohonan dilanjutkan dengan memohon "al-ghaniimata min kulli birr" (keberuntungan dari segala kebaikan) dan "as-salaamata min kulli itsm" (keselamatan dari segala dosa). Ini mencakup permohonan untuk diberi taufik melakukan kebaikan dan dijaga dari berbuat dosa.

Bagian penutup sangat mengharukan: memohon agar tidak ada dosa yang tidak diampuni, tidak ada kesusahan yang tidak dihilangkan, dan tidak ada hajat yang diridhai Allah melainkan dikabulkan. Ini menunjukkan ketergantungan total kepada Allah dalam segala urusan.

Waktu yang Tepat

  • Sepertiga malam terakhir (waktu paling mustajab)
  • Setelah sholat Isya atau Tahajjud
  • Hari Jumat, terutama antara Ashar dan Maghrib
  • Saat hujan turun (waktu mustajab)
  • Ketika memiliki hajat atau keperluan yang mendesak
  • Hindari waktu makruh: setelah Subuh-terbit matahari, saat matahari di puncak, setelah Ashar-Maghrib

Keutamaan

  1. Sarana Pengabulan Hajat: Sholat hajat adalah cara yang diajarkan Nabi untuk memohon pengabulan keperluan dengan mendahulukan ibadah kepada Allah
  2. Mendekatkan Diri kepada Allah: Dengan melakukan ibadah sebelum memohon, kita menunjukkan sikap tawadhu dan mengagungkan Allah, bukan hanya meminta ketika butuh saja
  3. Ketenangan Hati: Setelah melakukan sholat hajat dan berdoa, hati menjadi tenang karena telah menyerahkan urusan kepada Allah Yang Maha Kuasa
  4. Melatih Kesabaran dan Tawakal: Proses menunggu pengabulan doa melatih kesabaran dan ketawakalan kita kepada Allah, percaya bahwa Dia tahu yang terbaik untuk kita

Tips Praktis

  • Berwudhu dengan sempurna dan khusyuk
  • Pilih tempat yang sepi dan tenang, bebas dari gangguan
  • Niat dengan ikhlas karena Allah, bukan untuk pamer
  • Pada rakaat pertama baca Al-Fatihah lalu Al-Kafirun, rakaat kedua Al-Fatihah lalu Al-Ikhlas
  • Setelah salam, baca doa di atas dengan penuh penghayatan
  • Sebutkan hajat spesifik dengan detail, mintalah dengan yakin Allah akan mengabulkan
  • Bersholawat kepada Nabi di awal dan akhir doa
  • Lakukan secara konsisten hingga hajat terkabul
  • Sambil menunggu, terus berusaha dan bertawakal
  • Yakinlah bahwa Allah akan mengabulkan dalam bentuk terbaik

Dalil dan Referensi

  • Hadits Abdullah bin Abi Aufa RA: "Barangsiapa mempunyai hajat kepada Allah atau kepada seseorang dari anak cucu Adam, hendaklah ia berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian sholat dua rakaat, lalu memuji Allah dan bersholawat kepada Nabi SAW, kemudian membaca..." (HR. Tirmidzi No. 479, Ibnu Majah No. 1384)
  • Imam Tirmidzi menilai hadits ini hasan gharib
  • Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar merekomendasikan sholat hajat sebagai sarana memohon keperluan
  • Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Ghunyatut Thalibin membahas adab dan tata cara sholat hajat
  • Kitab Hisnul Muslim memasukkan doa sholat hajat sebagai doa yang dianjurkan dalam berbagai keperluan

Doa Terkait dalam Doa Sholat

Jelajahi doa-doa lain yang berkaitan dengan doa sholat hajat