Muslim DoaMuslimDoa

Doa Iftitah

Doa pembuka sholat yang dibaca setelah takbiratul ihram sebelum membaca Al-Fatihah

Doa Iftitah

Doa Iftitah

Muslim (771)
Terverifikasi

Doa pembuka sholat yang dibaca setelah takbiratul ihram, berisi pengagungan kepada Allah dan pernyataan kepasrahan total dalam beribadah

Doa iftitah ini diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada para sahabat sebagai doa pembuka sholat. Diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib RA bahwa Rasulullah SAW membaca doa ini ketika memulai sholat. Kata 'iftitah' berasal dari bahasa Arab yang berarti 'pembukaan', menunjukkan fungsinya sebagai pembuka ibadah sholat. Dibaca setelah takbiratul ihram (mengangkat kedua tangan sambil mengucap Allahu Akbar) dan sebelum membaca surat Al-Fatihah dalam setiap rakaat pertama sholat, baik sholat fardhu maupun sunnah

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا. إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ. إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Tansliterasi

Allahu akbar kabiran, walhamdulillahi katsiran, wa subhanallahi bukratan wa ashila. Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan wa maa ana minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillahi rabbil 'aalamiin. Laa syariika lahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin

Terjemahan

Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, dan Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dengan demikianlah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri (Muslim)

Waktu yang dianjurkan

  • Setelah takbiratul ihram
  • Sebelum membaca Al-Fatihah
  • Pada rakaat pertama sholat

Pengulangan

1xDibaca sekali pada rakaat pertama sholat dengan suara pelan (sirr)

Indikator

Mudah diucapkan

Medium

Mudah diingat

Medium

Popularitas

High

Keaslian sumber

Shahih

Sumber & Referensi

Doa ini didukung oleh sumber-sumber yang terpercaya berikut ini:

Sumber Utama

Hadis
Utama
Shahih

HR. Muslim : 771

Terverifikasi Para Ulama

Doa ini telah diteliti dan diverifikasi oleh para ulama sebagai doa yang shahih dan sesuai dengan syariat Islam.

Keutamaan

  • Menghadirkan kekhusyukan dalam sholat sejak awal
  • Mengingatkan bahwa seluruh hidup dan mati hanya untuk Allah
  • Memurnikan niat ibadah hanya kepada Allah semata
  • Menjauhkan diri dari kesyirikan dalam beribadah
  • Mempersiapkan hati untuk berkomunikasi dengan Allah
  • Mendapatkan pahala sunnah muakkadah

Frequently Asked Questions

Apakah doa iftitah wajib dibaca dalam sholat?

Doa iftitah hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), bukan wajib. Sholat tetap sah meskipun tidak membaca doa iftitah, namun sangat dianjurkan untuk membacanya demi kesempurnaan sholat.

Apakah doa iftitah dibaca di setiap rakaat?

Tidak, doa iftitah hanya dibaca pada rakaat pertama saja, setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Al-Fatihah. Pada rakaat kedua dan seterusnya, langsung membaca Al-Fatihah setelah berdiri.

Apakah ada versi doa iftitah yang lain?

Ya, ada beberapa versi doa iftitah yang shahih dari Rasulullah SAW. Versi lain yang populer adalah 'Allahumma baa'id baini wa baina khathaayaaya...' (HR. Bukhari). Semua versi yang shahih boleh diamalkan.

Bagaimana jika makmum tertinggal dan imam sudah membaca Al-Fatihah?

Jika makmum masbuq (tertinggal) dan imam sudah membaca Al-Fatihah, makmum boleh meninggalkan doa iftitah dan langsung membaca Al-Fatihah untuk mengejar imam.

Apakah doa iftitah dibaca dengan suara keras atau pelan?

Doa iftitah dibaca dengan suara pelan (sirr), tidak dikeraskan, baik dalam sholat jahriyah (sholat yang Al-Fatihahnya dikeraskan) maupun sirriyah (sholat yang dibaca pelan).

Verified By

  • Imam An-Nawawi (Kitab Al-Adzkar)
  • Imam Muslim (Shahih Muslim)
  • Majelis Ulama Indonesia (MUI)
  • Kementerian Agama RI

Penjelasan Lengkap

Doa Iftitah: Bacaan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Doa iftitah adalah doa pembuka yang dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah dalam sholat. Doa ini merupakan sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan untuk dibaca demi kesempurnaan ibadah sholat.

Bacaan Arab

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Cara Membaca (Transliterasi)

Allahu akbar kabiran, walhamdulillahi katsiran, wa subhanallahi bukratan wa ashila.

Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan wa maa ana minal musyrikiin.

Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillahi rabbil 'aalamiin.

Laa syariika lahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.

Arti

"Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, dan Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang.

Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya.

Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam.

Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dengan demikianlah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri (Muslim)."

Penjelasan Makna

Doa iftitah ini mengandung beberapa makna penting yang menjadi fondasi ibadah sholat:

1. Pengagungan kepada Allah (Takbir dan Tahmid)

Bagian pertama "Allahu akbar kabiran, walhamdulillahi katsiran, wa subhanallahi bukratan wa ashila" berisi pengagungan, pujian, dan penyucian kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa sholat dimulai dengan mengakui kebesaran Allah di atas segalanya.

2. Menghadapkan Diri kepada Allah (Tawajjuh)

Kalimat "Inni wajjahtu wajhiya..." diambil dari QS. Al-An'am: 79 yang merupakan perkataan Nabi Ibrahim AS. Ini menyatakan bahwa kita menghadapkan seluruh diri kita kepada Allah, Pencipta langit dan bumi, dengan keadaan hanif (lurus, tidak menyekutukan Allah).

3. Kepasrahan Total (Tafwidh)

Bagian "Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillahi rabbil 'aalamiin" diambil dari QS. Al-An'am: 162. Ini menyatakan bahwa seluruh ibadah, kehidupan, dan kematian kita hanya untuk Allah semata.

4. Pernyataan Keislaman

Penutup doa menegaskan bahwa kita tidak menyekutukan Allah dan menyatakan diri sebagai Muslim yang tunduk kepada perintah-Nya.

Waktu yang Tepat Membaca Doa Iftitah

  • Setelah takbiratul ihram: Segera setelah mengucapkan "Allahu Akbar" dan mengangkat kedua tangan
  • Sebelum membaca Al-Fatihah: Doa ini menjadi jembatan antara takbir dan bacaan Al-Fatihah
  • Hanya di rakaat pertama: Tidak perlu diulang di rakaat berikutnya
  • Dalam posisi berdiri: Dibaca dalam keadaan berdiri dengan tangan bersedekap

Keutamaan Membaca Doa Iftitah

  1. Menghadirkan Kekhusyukan: Doa iftitah membantu memusatkan pikiran dan hati pada ibadah sholat sejak awal
  2. Menyempurnakan Sholat: Meskipun sunnah, membaca doa iftitah menyempurnakan rukun dan sunnah sholat
  3. Menguatkan Tauhid: Isi doa ini memperkuat keyakinan tauhid dan menjauhkan dari syirik
  4. Mendapat Pahala Sunnah: Setiap sunnah yang dikerjakan mendatangkan pahala dan mendekatkan diri kepada Allah
  5. Mengikuti Sunnah Rasulullah: Membaca doa iftitah berarti mengamalkan ajaran Rasulullah SAW

Tips Praktis Menghafal dan Mengamalkan

  • Hafal secara bertahap: Bagi doa menjadi 4 bagian dan hafal satu per satu
  • Pahami artinya: Memahami makna akan mempermudah hafalan dan meningkatkan kekhusyukan
  • Praktikkan setiap sholat: Konsistensi adalah kunci untuk menghafal dengan baik
  • Dengarkan bacaan yang benar: Pastikan makhraj dan tajwid sudah tepat
  • Ajarkan kepada keluarga: Mengajarkan ilmu akan memperkuat hafalan sendiri

Dalil dan Referensi

  • Hadis Shahih Muslim No. 771: Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA tentang doa yang dibaca Rasulullah SAW ketika memulai sholat
  • QS. Al-An'am: 79: Sumber ayat "Inni wajjahtu wajhiya..."
  • QS. Al-An'am: 162-163: Sumber ayat "Inna shalaatii wa nusukii..."
  • Kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi: Pembahasan lengkap tentang doa-doa dalam sholat
  • Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq: Penjelasan hukum dan tata cara doa iftitah

Doa Terkait dalam Doa Sholat

Jelajahi doa-doa lain yang berkaitan dengan doa iftitah