Doa Ruku
Bacaan dzikir yang dibaca ketika ruku dalam shalat sebagai bentuk pengagungan dan penyucian kepada Allah Yang Maha Agung
Doa Ruku
Bacaan wajib dalam shalat yang diucapkan saat ruku, merupakan bentuk pengagungan kepada Allah dengan merendahkan diri
Setelah turun ayat 'Fasabbih bismi rabbikal 'azhiim' (Maka bertasbihlah dengan nama Tuhanmu Yang Maha Agung), Rasulullah SAW bersabda: 'Jadikanlah ayat ini dalam ruku kalian.' Sejak itu, bacaan ini menjadi dzikir yang dibaca saat ruku dalam setiap shalat Dibaca ketika dalam posisi ruku (membungkuk) dalam shalat, baik shalat fardhu maupun sunnah
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ
Tansliterasi
Subhaana rabbiyal 'azhiim
Terjemahan
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung
Waktu yang dianjurkan
- Saat ruku dalam shalat
- Setiap rakaat shalat
Pengulangan
3-∞xMinimal tiga kali, boleh lebih banyak terutama dalam shalat sunnah
Indikator
Mudah diucapkan
Easy
Mudah diingat
Easy
Popularitas
High
Keaslian sumber
Shahih
Sumber & Referensi
Doa ini didukung oleh sumber-sumber yang terpercaya berikut ini:
Sumber Utama
HR. Abu Dawud : 870
Terverifikasi Para Ulama
Doa ini telah diteliti dan diverifikasi oleh para ulama sebagai doa yang shahih dan sesuai dengan syariat Islam.
Keutamaan
- Merupakan rukun shalat yang wajib dilaksanakan
- Melatih kekhusyukan dalam shalat
- Mengagungkan Allah dengan merendahkan diri
- Menambah pahala dan kualitas ibadah shalat
Frequently Asked Questions
Berapa kali minimal membaca tasbih saat ruku?
Minimal tiga kali menurut kesepakatan ulama. Namun satu kali sudah memenuhi kewajiban ruku. Tiga kali adalah bilangan minimal yang sempurna (adnal kamal).
Apakah boleh menambah dzikir lain saat ruku?
Boleh dan dianjurkan. Rasulullah juga mengajarkan dzikir tambahan seperti 'Subhaana rabbiyal 'azhiimi wa bihamdih' atau 'Subbuuhun Qudduusun Rabbul malaa'ikati war ruuh'.
Bagaimana posisi yang benar saat ruku?
Punggung dan kepala sejajar (lurus), kedua tangan memegang lutut dengan jari-jari terbuka, punggung tidak melengkung ke atas atau ke bawah, pandangan ke arah tempat sujud.
Apakah shalat sah jika lupa membaca tasbih ruku?
Shalat tetap sah menurut mayoritas ulama, karena yang wajib adalah tuma'ninah (diam sejenak) dalam ruku. Namun membaca tasbih adalah sunnah muakkad yang sangat dianjurkan.
Verified By
- Imam An-Nawawi (Al-Majmu' Syarah Muhadzdzab)
- Imam Ibnu Qudamah (Al-Mughni)
- Syaikh Ibnu Baz (Fatawa Nur 'alad Darb)
Penjelasan Lengkap
Doa Ruku
Bacaan Arab
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ
(Minimal 3 kali)
Cara Membaca (Transliterasi)
Subhaana rabbiyal 'azhiim
Subhaana rabbiyal 'azhiim
Subhaana rabbiyal 'azhiim
Arti
"Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung"
(Diucapkan minimal 3 kali)
Penjelasan
Ruku adalah salah satu rukun shalat yang wajib dilakukan dalam setiap rakaat. Posisi ruku menggambarkan kerendahan dan ketundukan seorang hamba di hadapan keagungan Allah SWT. Saat ruku, seorang muslim merendahkan tubuhnya dengan membungkuk, menundukkan kepala, dan menjaga punggung tetap lurus sejajar dengan kepala.
Bacaan "Subhaana rabbiyal 'azhiim" adalah dzikir yang diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk dibaca saat ruku. Kata "subhaana" berarti Maha Suci, menunjukkan bahwa Allah bersih dari segala kekurangan dan sifat yang tidak layak bagi-Nya. "Rabbiyal 'azhiim" berarti Tuhanku Yang Maha Agung, mengakui keagungan Allah yang tidak terbatas.
Menurut riwayat, ketika turun ayat "Fasabbih bismi rabbikal 'azhiim" (QS. Al-Waqi'ah: 74), Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat untuk menjadikan ayat tersebut sebagai dzikir dalam ruku mereka. Sejak saat itu, bacaan ini menjadi bagian integral dari setiap shalat umat Islam hingga hari kiamat.
Para ulama sepakat bahwa minimal membaca tasbih ini adalah tiga kali. Namun dalam shalat sunnah, Rasulullah sering kali memperpanjang ruku dan mengulang tasbih ini hingga 10 kali atau lebih. Dalam riwayat lain, beliau juga mengajarkan bacaan tambahan seperti "Subhaana rabbiyal 'azhiimi wa bihamdih" (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya).
Waktu yang Tepat
- Saat dalam posisi ruku di setiap rakaat shalat
- Setelah takbiratul intiqal (takbir perpindahan) dari berdiri ke ruku
- Sebelum bangkit kembali ke posisi iktidal (berdiri setelah ruku)
- Dalam setiap shalat fardhu maupun sunnah
Keutamaan
- Rukun Shalat: Ruku beserta dzikirnya merupakan salah satu rukun shalat yang tidak boleh ditinggalkan, shalatnya tidak sah jika ditinggalkan dengan sengaja
- Pengagungan Allah: Dengan merendahkan tubuh dan mengucapkan tasbih, kita mengagungkan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung
- Melatih Kekhusyukan: Dzikir dalam ruku membantu menjaga fokus dan kekhusyukan dalam shalat, menjauhkan dari pikiran yang mengganggu
- Mengikuti Sunnah Nabi: Membaca tasbih saat ruku adalah mengikuti ajaran langsung dari Rasulullah SAW yang akan mendatangkan pahala dan keberkahan
Tips Praktis
- Pastikan posisi ruku benar: punggung lurus sejajar dengan kepala, tidak terlalu tinggi atau rendah
- Pegang lutut dengan kedua telapak tangan, jari-jari terbuka
- Ucapkan tasbih dengan tartil dan jelas, tidak terburu-buru
- Usahakan minimal 3 kali, dan boleh lebih banyak terutama dalam shalat sunnah
- Renungkan makna "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung" saat mengucapkannya
- Jaga tuma'ninah (diam dan tenang) saat ruku, jangan tergesa-gesa bangkit
- Dalam shalat berjamaah, ikuti imam dan jangan lebih cepat dari imam
Bacaan Tambahan yang Dianjurkan
Selain bacaan utama, Rasulullah juga mengajarkan bacaan tambahan saat ruku:
1. Dengan tambahan wa bihamdih: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ Subhaana rabbiyal 'azhiimi wa bihamdih "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya"
2. Tasbih yang lebih panjang (terutama dalam shalat sunnah): سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ Subbuuhun qudduusun rabbul malaa'ikati war ruuh "Maha Suci, Maha Kudus, Tuhan para malaikat dan ruh (Jibril)"
Dalil dan Referensi
- Hadis Shahih Abu Dawud No. 870: "Apabila salah seorang dari kalian ruku, hendaklah dia mengucapkan 'Subhaana rabbiyal 'azhiim' tiga kali, itu adalah sempurnanya"
- Hadis Shahih Muslim No. 772: Tentang perintah menjadikan "Subhaana rabbiyal 'azhiim" dalam ruku
- Surah Al-Waqi'ah ayat 74: "Fasabbih bismi rabbikal 'azhiim"
- Al-Majmu' Syarah Muhadzdzab karya Imam An-Nawawi, Bab Sifat Shalat
- Fiqhus Sunnah karya Sayyid Sabiq, Bab Shalat
Doa Terkait dalam Doa Sholat
Jelajahi doa-doa lain yang berkaitan dengan doa ruku