Doa Sujud
Bacaan dzikir saat sujud dalam shalat, posisi dimana seorang hamba paling dekat dengan Allah dan paling dianjurkan untuk berdoa
Doa Sujud
Dzikir wajib yang dibaca saat sujud dalam shalat sebagai bentuk pengagungan kepada Allah Yang Maha Tinggi dengan merendahkan diri serendah-rendahnya
Setelah turun ayat 'Sabbihisma rabbikal a'laa' (Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi), Rasulullah SAW bersabda: 'Jadikanlah ayat ini dalam sujud kalian.' Beliau juga bersabda bahwa saat sujud adalah waktu dimana hamba paling dekat dengan Tuhannya, maka perbanyaklah berdoa Dibaca ketika dalam posisi sujud dalam shalat, baik shalat fardhu maupun sunnah. Sujud dilakukan dua kali dalam setiap rakaat
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
Tansliterasi
Subhaana rabbiyal a'laa
Terjemahan
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi
Waktu yang dianjurkan
- Saat sujud dalam shalat
- Setiap rakaat shalat
- Dua kali per rakaat
Pengulangan
3-∞xMinimal tiga kali, boleh lebih banyak terutama dalam shalat sunnah. Setelah tasbih, sangat dianjurkan memperbanyak doa
Indikator
Mudah diucapkan
Easy
Mudah diingat
Easy
Popularitas
High
Keaslian sumber
Shahih
Sumber & Referensi
Doa ini didukung oleh sumber-sumber yang terpercaya berikut ini:
Sumber Utama
HR. Abu Dawud : 871
Terverifikasi Para Ulama
Doa ini telah diteliti dan diverifikasi oleh para ulama sebagai doa yang shahih dan sesuai dengan syariat Islam.
Keutamaan
- Merupakan rukun shalat yang wajib dilaksanakan
- Posisi paling dekat dengan Allah dan paling mustajab untuk berdoa
- Melatih kerendahan hati dan ketundukan total kepada Allah
- Menghapus dosa dan meningkatkan derajat hamba
Frequently Asked Questions
Berapa kali minimal membaca tasbih saat sujud?
Minimal tiga kali menurut kesepakatan ulama untuk kesempurnaan. Namun satu kali sudah memenuhi kewajiban. Yang terpenting adalah tuma'ninah (diam dan tenang) dalam sujud.
Mengapa sujud adalah waktu paling dekat dengan Allah?
Karena saat sujud, seorang hamba merendahkan bagian tubuh paling mulia (kepala dan wajah) ke tanah, menunjukkan ketundukan total kepada Allah Yang Maha Tinggi. Ini adalah puncak kerendahan hati di hadapan Sang Pencipta.
Apakah boleh berdoa dengan bahasa sendiri saat sujud?
Dalam shalat fardhu, lebih utama menggunakan bahasa Arab dan doa-doa ma'tsur (yang diajarkan Nabi). Namun dalam shalat sunnah, boleh berdoa dengan bahasa sendiri setelah membaca tasbih, menurut pendapat sebagian ulama.
Bagaimana tata cara sujud yang benar?
Sujud dengan tujuh anggota tubuh: dahi beserta hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari-jari kedua kaki. Posisi kepala sejajar atau lebih rendah dari pantat, tidak terlalu rapat ke tanah.
Verified By
- Imam An-Nawawi (Al-Majmu' Syarah Muhadzdzab)
- Syaikh Ibnu Baz (Majmu' Fatawa)
- Syaikh Muhammad Al-Utsaimin (Syarhul Mumti')
Penjelasan Lengkap
Doa Sujud
Bacaan Arab
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
(Minimal 3 kali)
Cara Membaca (Transliterasi)
Subhaana rabbiyal a'laa
Subhaana rabbiyal a'laa
Subhaana rabbiyal a'laa
Arti
"Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi"
(Diucapkan minimal 3 kali)
Penjelasan
Sujud adalah gerakan dalam shalat dimana seorang hamba meletakkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari-jari kaki ke tanah sebagai bentuk ketundukan total kepada Allah SWT. Ini adalah posisi paling rendah yang bisa dilakukan oleh manusia di hadapan Sang Pencipta.
Rasulullah SAW bersabda: "Seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia dalam keadaan sujud, maka perbanyaklah berdoa." (HR. Muslim). Hadis ini menunjukkan kedudukan istimewa sujud dalam ibadah. Meskipun tubuh berada dalam posisi paling rendah, namun secara spiritual, hamba berada dalam kedekatan paling tinggi dengan Allah.
Bacaan "Subhaana rabbiyal a'laa" (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi) adalah dzikir yang diajarkan Rasulullah untuk dibaca saat sujud. Ada keserasian yang indah di sini: saat badan berada di posisi paling rendah, kita mengagungkan Allah Yang Maha Tinggi. Ketika kepala yang merupakan anggota tubuh paling mulia diletakkan ke tanah, kita menyucikan nama Allah Yang Maha Agung.
Kata "subhaana" berarti Maha Suci, menunjukkan bahwa Allah bersih dari segala kekurangan, cacat, dan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya. "Rabbiyal a'laa" berarti Tuhanku Yang Maha Tinggi, mengakui bahwa Allah berada pada kedudukan paling tinggi, jauh di atas segala makhluk-Nya.
Menurut riwayat yang shahih, setelah turunnya ayat pertama dari Surah Al-A'la "Sabbihisma rabbikal a'laa" (Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi), Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk menjadikan kalimat ini sebagai dzikir dalam sujud mereka. Sejak saat itu hingga hari kiamat, setiap muslim yang shalat mengucapkan kalimat ini dalam sujudnya.
Para ulama sepakat bahwa minimal membaca tasbih ini adalah tiga kali untuk kesempurnaan sujud. Namun dalam shalat sunnah, Rasulullah sering memperpanjang sujud dan mengulang tasbih ini hingga 10 kali atau lebih, bahkan kadang sepanjang bacaan ruku. Setelah membaca tasbih, sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa, karena sujud adalah waktu paling mustajab untuk dikabulkan doa.
Waktu yang Tepat
- Saat dalam posisi sujud di setiap rakaat shalat
- Dua kali sujud dalam setiap rakaat (sujud pertama dan sujud kedua)
- Setelah takbiratul intiqal dari iktidal atau duduk antara dua sujud
- Dalam setiap shalat fardhu dan sunnah
- Dalam sujud sahwi dan sujud tilawah
Keutamaan
- Posisi Terdekat dengan Allah: Rasulullah bersabda bahwa saat sujud adalah waktu dimana hamba paling dekat dengan Tuhannya, posisi spiritual yang paling tinggi
- Waktu Mustajab Doa: Sujud adalah salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa dan memohon kepada Allah, lebih dari posisi-posisi lain dalam shalat
- Menghapus Dosa dan Meninggikan Derajat: Setiap sujud menghapus dosa dan meninggikan derajat hamba di sisi Allah. Nabi bersabda: "Tidaklah seorang hamba bersujud untuk Allah dengan satu sujud melainkan Allah akan mengangkat satu derajat dan menghapus satu kesalahan"
- Melatih Kerendahan Hati: Sujud melatih sifat tawadhu' (rendah hati) dengan merendahkan anggota tubuh paling mulia (kepala) ke posisi paling rendah, mengalahkan kesombongan dan keangkuhan
Tips Praktis
- Pastikan tujuh anggota tubuh menyentuh lantai: dahi, hidung, kedua tangan, kedua lutut, ujung jari kaki
- Dahi dan hidung harus menyentuh lantai, tidak cukup hanya dahi saja
- Jaga agar perut tidak menempel ke paha dan siku tidak menempel ke lantai (kecuali ada udzur)
- Posisikan telapak tangan sejajar dengan telinga atau bahu, jari-jari mengarah ke kiblat
- Ucapkan tasbih minimal 3 kali dengan tartil dan jelas
- Setelah tasbih, perbanyak doa terutama dalam shalat sunnah
- Jaga tuma'ninah (diam dan tenang), jangan terburu-buru bangkit
- Renungkan makna "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi" dengan penuh kekhusyukan
Bacaan Tambahan yang Dianjurkan
Selain bacaan utama, ada beberapa bacaan tambahan yang diajarkan Rasulullah:
1. Dengan tambahan wa bihamdih: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan segala puji bagi-Nya"
2. Tasbih yang lebih panjang: سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ Subbuuhun qudduusun rabbul malaa'ikati war ruuh "Maha Suci, Maha Kudus, Tuhan para malaikat dan ruh (Jibril)"
3. Doa tambahan saat sujud: اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ، سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ Allahumma laka sajadtu wa bika aamantu wa laka aslamtu, sajada wajhiya lilladzii khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam'ahu wa basharahu, tabaarakallahu ahsanul khaaliqiin "Ya Allah, kepada-Mu aku bersujud, kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu aku berserah diri. Wajahku bersujud kepada Dzat yang menciptakannya, membentuknya, dan menjadikan pendengarannya dan penglihatannya. Maha Berkah Allah, sebaik-baik Pencipta."
4. Untuk sujud dalam shalat malam: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي Subhaanaka Allahumma rabbana wa bihamdika, Allahummagh fir lii "Maha Suci Engkau ya Allah, Tuhan kami, dan segala puji bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku."
Jenis-jenis Sujud dalam Islam
1. Sujud dalam Shalat: Dua sujud dalam setiap rakaat, rukun shalat yang wajib
2. Sujud Sahwi: Sujud untuk memperbaiki kesalahan atau lupa dalam shalat
3. Sujud Tilawah: Sujud ketika membaca atau mendengar ayat sajdah
4. Sujud Syukur: Sujud karena mendapat nikmat atau terhindar dari musibah
Dalil dan Referensi
- Hadis Shahih Abu Dawud No. 871: "Apabila salah seorang dari kalian sujud, hendaklah dia mengucapkan 'Subhaana rabbiyal a'laa' tiga kali"
- Hadis Shahih Muslim No. 482: "Seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia dalam keadaan sujud, maka perbanyaklah berdoa"
- Hadis Shahih Muslim No. 771: Tentang perintah menjadikan "Subhaana rabbiyal a'laa" dalam sujud
- Surah Al-A'la ayat 1: "Sabbihisma rabbikal a'laa" (Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi)
- Al-Majmu' Syarah Muhadzdzab karya Imam An-Nawawi
- Zaadul Ma'ad karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah
- Fiqhus Sunnah karya Sayyid Sabiq
Doa Terkait dalam Doa Sholat
Jelajahi doa-doa lain yang berkaitan dengan doa sujud