Doa Mendengar Adzan
Doa yang dibaca ketika mendengar adzan dengan mengikuti bacaan muazin sebagai bentuk pengagungan kepada Allah
Doa Mendengar Adzan
Doa yang diamalkan dengan mengikuti bacaan muazin saat adzan berkumandang, sebagai bentuk pengagungan kepada Allah dan menghadirkan kesaksian iman
Rasulullah SAW bersabda: 'Apabila kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muazin.' (HR. Bukhari dan Muslim). Nabi juga mengajarkan untuk mengucapkan laa hawla wa laa quwwata illa billah ketika muazin mengucapkan hayya 'alas shalah dan hayya 'alal falah Dibaca ketika mendengar suara adzan dari masjid atau mushalla, baik sedang berada di rumah, di jalan, atau di tempat kerja
يُرَدِّدُ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ إِلَّا فِي الْحَيْعَلَتَيْنِ فَيَقُولُ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Tansliterasi
Yuraddidu maa yaquulul mu'adzdzin illa fil hayʻalatain fayaquulu: laa hawla wa laa quwwata illa billah
Terjemahan
Mengikuti apa yang diucapkan muazin, kecuali pada dua kalimat hayya (hayya 'alas shalah dan hayya 'alal falah) maka mengucapkan: Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah
Waktu yang dianjurkan
- Saat mendengar adzan
- Lima waktu shalat
Pengulangan
1xMengikuti setiap kalimat yang diucapkan muazin secara berurutan
Indikator
Mudah diucapkan
Easy
Mudah diingat
Easy
Popularitas
High
Keaslian sumber
Shahih
Sumber & Referensi
Doa ini didukung oleh sumber-sumber yang terpercaya berikut ini:
Sumber Utama
HR. Bukhari : 611
Terverifikasi Para Ulama
Doa ini telah diteliti dan diverifikasi oleh para ulama sebagai doa yang shahih dan sesuai dengan syariat Islam.
Keutamaan
- Mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW di hari kiamat
- Menambah ketakwaan dan kesadaran beribadah
- Mengingatkan akan waktu shalat
- Memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT
Frequently Asked Questions
Apakah harus mengikuti adzan sambil bersuara atau cukup dalam hati?
Lebih utama untuk mengikuti dengan bersuara pelan (sir), namun mengikuti dalam hati juga diperbolehkan jika ada halangan seperti sedang berbicara atau mengajar.
Bagaimana jika sedang mendengar rekaman adzan atau adzan dari handphone?
Para ulama berbeda pendapat. Pendapat yang rajih (kuat) adalah tetap mengikuti adzan meskipun dari rekaman, karena yang diikuti adalah lafaznya bukan orangnya.
Apa yang dibaca saat muazin mengucapkan hayya 'alas shalah?
Ketika muazin mengucapkan 'hayya 'alas shalah' atau 'hayya 'alal falah', kita mengucapkan 'laa hawla wa laa quwwata illa billah' (tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).
Apakah boleh mengikuti adzan saat sedang di toilet?
Tidak boleh. Jika sedang di toilet atau tempat yang najis, tidak diperbolehkan menyebut nama Allah atau mengikuti adzan.
Verified By
- Imam An-Nawawi (Kitab Al-Adzkar)
- Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani (Fathul Bari)
- Lajnah Daimah Arab Saudi
Penjelasan Lengkap
Doa Mendengar Adzan
Bacaan Arab
يُرَدِّدُ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ إِلَّا فِي الْحَيْعَلَتَيْنِ فَيَقُولُ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Cara Membaca (Transliterasi)
Yuraddidu maa yaquulul mu'adzdzin illa fil hayʻalatain fayaquulu: laa hawla wa laa quwwata illa billah
Arti
"Mengikuti apa yang diucapkan muazin, kecuali pada dua kalimat hayya (hayya 'alas shalah dan hayya 'alal falah) maka mengucapkan: Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."
Penjelasan
Doa mendengar adzan adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk mengikuti setiap kalimat yang diucapkan oleh muazin ketika adzan berkumandang. Ini adalah bentuk pengagungan terhadap seruan Allah dan kesaksian atas keesaan-Nya.
Ketika muazin mengucapkan "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar), kita juga mengucapkan "Allahu Akbar". Ketika muazin mengucapkan "Asyhadu alla ilaha illallah" (Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah), kita juga mengucapkan hal yang sama. Demikian seterusnya hingga selesai.
Namun ada pengecualian pada dua kalimat hayya, yaitu "hayya 'alas shalah" (marilah ke shalat) dan "hayya 'alal falah" (marilah menuju kemenangan). Pada dua kalimat ini, kita tidak mengikuti muazin, melainkan mengucapkan "laa hawla wa laa quwwata illa billah" yang artinya tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Kalimat ini merupakan ungkapan kepasrahan dan pengakuan bahwa segala kemampuan untuk beribadah hanya dengan izin dan pertolongan Allah.
Waktu yang Tepat
- Ketika mendengar adzan berkumandang dari masjid
- Saat adzan untuk lima waktu shalat (Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya)
- Di manapun berada ketika mendengar adzan, kecuali di tempat yang najis seperti toilet
Keutamaan
- Syafaat Nabi Muhammad SAW: Dalam hadis shahih disebutkan bahwa siapa yang mengikuti adzan kemudian membaca shalawat untuk Nabi dan memohon wasillah, maka berhak mendapat syafaat Nabi di hari kiamat
- Pengampunan Dosa: Amalan sederhana ini dapat menghapuskan dosa-dosa kecil dan menambah pahala kebaikan
- Kesadaran Waktu Shalat: Mengikuti adzan membuat kita lebih sadar akan pentingnya menunaikan shalat tepat waktu
- Latihan Dzikir: Melatih lidah untuk selalu berdzikir mengingat Allah dan menjaga lisan dari perkataan yang sia-sia
Tips Praktis
- Hentikan aktivitas sejenak saat mendengar adzan untuk mengikuti bacaan muazin
- Ucapkan dengan suara pelan namun jelas (tidak perlu keras)
- Hayati makna setiap kalimat yang diucapkan
- Setelah adzan selesai, lanjutkan dengan membaca shalawat dan doa setelah adzan
- Ajarkan kepada anak-anak sejak dini agar menjadi kebiasaan baik
Dalil dan Referensi
- Hadis Shahih Bukhari No. 611 dan Shahih Muslim No. 383: "Apabila kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muazin"
- Hadis Shahih Muslim No. 385: Tentang mengucapkan laa hawla wa laa quwwata illa billah saat hayya 'alas shalah
- Kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi
- Fathul Bari Syarah Shahih Bukhari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Doa Terkait dalam Doa Harian
Jelajahi doa-doa lain yang berkaitan dengan doa mendengar adzan