Doa Mohon Anak Sholeh
Doa orang tua untuk anak-anak yang sholeh, berakhlak mulia, taat beribadah, dan berbakti kepada Allah dan orang tua
Doa Mohon Anak Sholeh
Doa orang tua memohon agar anak menjadi pribadi yang sholeh, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi umat
Doa ini merupakan kompilasi dari berbagai hadith tentang doa orang tua untuk anak. Rasulullah SAW sangat menganjurkan orang tua untuk senantiasa mendoakan anak-anak mereka dengan kebaikan, karena doa orang tua sangat mustajab Dibaca setiap hari untuk anak-anak, baik yang masih dalam kandungan, bayi, anak-anak, remaja, maupun yang sudah dewasa. Tidak ada batasan usia untuk mendoakan anak
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَالِحًا مُصْلِحًا وَاهْدِهِ وَاهْدِ بِهِ
Tansliterasi
Allahumma-j'alhu shaalihan muslihan wahdihii wahdi bihi
Terjemahan
Ya Allah, jadikanlah dia anak yang sholeh dan membawa perbaikan, berilah dia petunjuk dan berilah petunjuk (kepada orang lain) melalui dirinya
Waktu yang dianjurkan
- Setelah sholat fardhu
- Sepertiga malam terakhir
- Saat anak tidur
- Hari Jumat
- Setiap saat
Pengulangan
Tak TerbatasDibaca dengan penuh kasih sayang dan harapan kepada Allah untuk kebaikan anak
Indikator
Mudah diucapkan
Medium
Mudah diingat
Medium
Popularitas
High
Keaslian sumber
Hasan
Sumber & Referensi
Doa ini didukung oleh sumber-sumber yang terpercaya berikut ini:
Sumber Utama
HR. Ahmad : 17894
Terverifikasi Para Ulama
Doa ini telah diteliti dan diverifikasi oleh para ulama sebagai doa yang shahih dan sesuai dengan syariat Islam.
Keutamaan
- Doa orang tua sangat mustajab dan berpengaruh besar pada kehidupan anak
- Menjadi amal jariyah ketika anak menjadi sholeh dan bermanfaat
- Membangun ikatan spiritual antara orang tua dan anak
- Mendatangkan keberkahan dalam pendidikan dan perkembangan anak
Frequently Asked Questions
Apakah doa ini menjamin anak pasti sholeh?
Doa orang tua sangat mustajab dan berpengaruh besar, tetapi anak juga memiliki free will (kehendak bebas). Yang harus dilakukan adalah: 1) Berdoa terus menerus dengan tulus, 2) Memberikan teladan yang baik, 3) Mendidik dengan ilmu dan kasih sayang, 4) Menciptakan lingkungan yang kondusif, 5) Tawakal kepada Allah. Insya Allah dengan usaha maksimal dan doa yang istiqomah, Allah akan mengabulkan
Kapan waktu terbaik mendoakan anak?
Setiap waktu baik untuk mendoakan anak, tetapi ada waktu-waktu mustajab: sepertiga malam terakhir, dalam sujud, setelah sholat fardhu, hari Jumat di waktu antara asar dan maghrib, saat anak sedang tidur (doa tanpa sepengetahuan yang didoakan sangat mustajab), dan saat hujan turun
Bolehkah mendoakan anak yang sudah dewasa atau menikah?
Sangat dianjurkan! Tidak ada batasan usia untuk mendoakan anak. Bahkan setelah anak dewasa, menikah, atau bahkan setelah orang tua meninggal, doa anak sholeh untuk orang tua terus mengalir. Begitu pula sebaliknya, orang tua terus mendoakan anak hingga akhir hayat
Bagaimana jika anak masih belum sholeh?
Jangan pernah berhenti berdoa dan berusaha. Ingat kisah ibu Umar bin Khattab yang terus mendoakan anaknya hingga akhirnya Umar menjadi khalifah yang mulia. Ingat kisah Abu Thalib yang tidak beriman, namun putranya Ali bin Abi Thalib menjadi sahabat mulia. Terus berdoa, perbaiki metode pendidikan, dan tingkatkan teladan. Allah Maha Mendengar
Verified By
- Imam Ahmad dalam Musnad
- Hadits diriwayatkan dari berbagai sahabat tentang doa untuk anak
- Imam An-Nawawi (Kitab Al-Adzkar)
Penjelasan Lengkap
Doa Mohon Anak Sholeh
Bacaan Arab
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَالِحًا مُصْلِحًا وَاهْدِهِ وَاهْدِ بِهِ
Cara Membaca (Transliterasi)
Allahumma-j'alhu shaalihan muslihan wahdihii wahdi bihi
Arti
"Ya Allah, jadikanlah dia anak yang sholeh dan membawa perbaikan, berilah dia petunjuk dan berilah petunjuk (kepada orang lain) melalui dirinya."
Penjelasan
Doa ini adalah salah satu doa terbaik yang bisa dipanjatkan orang tua untuk anak-anak mereka. Doa ini mencakup empat dimensi kesholihan yang sangat komprehensif:
1. "Shaalihan" (Sholeh untuk dirinya sendiri) - Memohon agar anak menjadi pribadi yang baik secara vertikal (hubungan dengan Allah) maupun horizontal (hubungan dengan sesama). Sholeh dalam ibadah, akhlak, dan seluruh aspek kehidupan. Tidak hanya baik di depan orang tua, tetapi juga ketika sendirian.
2. "Muslihan" (Membawa perbaikan untuk orang lain) - Tidak cukup hanya sholeh untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan bagi lingkungannya. Anak yang bermanfaat, yang keberadaannya membawa berkah bagi keluarga, masyarakat, bahkan umat manusia.
3. "Wahdihii" (Beri dia petunjuk) - Memohon Allah memberikan hidayah kepada anak, membimbingnya ke jalan yang benar, menjaganya dari kesesatan, dan membukakan hatinya untuk menerima kebenaran. Karena hanya Allah yang bisa memberi hidayah ke hati manusia.
4. "Wahdi bihi" (Beri petunjuk melalui dirinya) - Memohon agar anak tidak hanya menerima hidayah, tetapi juga menjadi sarana hidayah bagi orang lain. Menjadi teladan, da'i, guru, atau siapa saja yang menerangi orang lain dengan kebaikan.
Doa ini mengajarkan bahwa kesholihan sejati bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga harus bermanfaat bagi orang lain. Ini adalah visi yang sangat tinggi untuk anak-anak kita.
Waktu yang Tepat
- Sejak dalam kandungan: Mulai berdoa sejak anak masih dalam rahim
- Setelah kelahiran: Langsung doakan bayi yang baru lahir
- Setiap setelah sholat fardhu: Jadikan rutinitas harian menyebut nama anak dalam doa
- Sepertiga malam terakhir: Waktu paling mustajab untuk berdoa
- Saat anak sedang tidur: Doa untuk orang yang tidak tahu (tidur) sangat mustajab
- Dalam sujud sholat: Saat paling dekat dengan Allah
- Hari Jumat: Terutama di waktu antara asar dan maghrib
- Sebelum anak berangkat sekolah/kerja: Doakan setiap pagi sebelum beraktivitas
- Saat anak menghadapi ujian atau tantangan: Doa khusus di saat anak membutuhkan
- Setiap saat: Tidak ada batasan waktu untuk mendoakan kebaikan anak
Keutamaan
- Doa Orang Tua Sangat Mustajab: Rasulullah SAW menyebutkan bahwa doa orang tua untuk anak adalah salah satu doa yang tidak tertolak. Ini adalah privilege luar biasa yang diberikan Allah kepada orang tua
- Amal Jariyah: Ketika anak menjadi sholeh karena doa dan didikan orang tua, maka setiap kebaikan anak menjadi pahala yang terus mengalir untuk orang tua, bahkan setelah orang tua meninggal
- Investasi Akhirat: Anak sholeh adalah tabungan terbaik untuk akhirat. Mereka akan mendoakan orang tua, menyedekahkan untuk orang tua, dan menjadi penolong di hari kiamat
- Ketenangan Dunia: Anak yang sholeh adalah penyejuk mata di dunia, memberikan kebahagiaan yang hakiki bagi orang tua
Tips Praktis
Untuk Orang Tua:
Doa dengan Spesifik:
- Sebutkan nama anak dalam doa (untuk anak perempuan gunakan "j'alhaa" bukan "j'alhu")
- Tambahkan doa-doa spesifik sesuai kebutuhan anak (misalnya doa untuk anak yang sedang ujian, doa untuk anak yang sedang sakit, dll)
- Buat daftar nama anak-anak dan doakan satu per satu dengan penuh penghayatan
Konsistensi:
- Jadwalkan waktu khusus untuk mendoakan anak setiap hari
- Buat reminder atau alarm jika perlu
- Libatkan pasangan untuk berdoa bersama
Gabungkan dengan Usaha Nyata:
- Teladan: Jadi role model dalam ketaatan kepada Allah
- Pendidikan: Berikan pendidikan agama dan umum yang terbaik
- Lingkungan: Ciptakan lingkungan yang kondusif untuk kesholihan
- Komunikasi: Bangun komunikasi yang baik dengan anak
- Doa: Jangan lupa, usaha tanpa doa adalah kesombongan
Doa Tambahan:
Kombinasikan dengan doa-doa Al-Quran:
- "Rabbana hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata a'yun" (QS 25:74)
- "Rabbanaa hab lanaa min ladunka dzurriyyatan thayyibah" (QS 3:38)
- "Rabbi hab lii minas shaalihiin" (QS 37:100)
Catatan Penting:
- Jangan pernah mendoakan keburukan untuk anak, sekecil apapun kesalahan mereka. Rasulullah SAW sangat melarang ini karena doa orang tua sangat mustajab
- Jika anak berbuat kesalahan, doakan hidayah bukan laknat
- Sabar dalam mendidik, karena perubahan butuh proses
- Percaya bahwa Allah lebih sayang kepada anak kita daripada kita sendiri
Dalil dan Referensi
Hadits tentang doa orang tua:
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Tiga doa yang mustajab tidak diragukan lagi: doa orang yang dizalimi, doa musafir, dan doa orang tua untuk anaknya." (HR. Tirmidzi no. 1905, Abu Dawud, Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al-Albani)
Hadits tentang larangan mendoakan keburukan:
Dari Jabir bin Abdullah RA, Rasulullah SAW bersabad: "Janganlah kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, jangan mendoakan keburukan untuk anak-anak kalian, jangan mendoakan keburukan untuk harta kalian, jangan sampai bertepatan dengan waktu dikabulkannya doa oleh Allah, lalu Allah mengabulkan doa kalian." (HR. Muslim no. 3009)
Hadits tentang amal jariyah:
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan orang tuanya." (HR. Muslim no. 1631)
Ayat Al-Quran tentang doa untuk anak:
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
"Dan orang-orang yang berkata: 'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.'" (QS. Al-Furqan: 74)
Kisah inspiratif:
- Ibu Imam Syafi'i: Beliau selalu mendoakan anaknya menjadi ulama besar, bahkan rela mengantar Syafi'i belajar jauh dari kampung halaman. Hasilnya, Imam Syafi'i menjadi salah satu ulama terbesar dalam sejarah Islam
- Ibu Imam Ahmad bin Hanbal: Mendidik Ahmad dengan penuh kesabaran dan doa, bahkan ketika Ahmad dipenjara dan disiksa karena mempertahankan akidah yang benar
- Hannah, ibu Nabi Maryam: Bernadzar anaknya untuk diabdikan di Baitul Maqdis, dan Allah mengabulkan dengan menjadikan Maryam wanita terbaik di dunia
Referensi ulama:
- Kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi
- Riyadhus Shalihin - Bab Doa untuk Keturunan
- Tafsir Ibnu Katsir - Ayat tentang doa untuk anak
- Hisnul Muslim - Doa untuk anak
Doa Terkait dalam Doa Keluarga
Jelajahi doa-doa lain yang berkaitan dengan doa mohon anak sholeh