Muslim DoaMuslimDoa

Doa Nabi Yunus

Doa yang dipanjatkan Nabi Yunus AS saat berada dalam perut ikan, doa untuk keluar dari kesulitan dan kesempitan

Doa Nabi Yunus

Doa Nabi Yunus

QS. Al-Anbiya:87
Terverifikasi

Doa Nabi Yunus AS dari dalam perut ikan yang menjadi kunci keluar dari segala kesulitan dan kesempitan

Nabi Yunus AS berdoa dengan doa ini saat berada dalam tiga kegelapan: gelapnya malam, gelapnya lautan, dan gelapnya perut ikan. Allah mengabulkan doanya dan menyelamatkannya. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa doa ini tidak dipanjatkan oleh seorang muslim untuk sesuatu apapun kecuali Allah akan mengabulkannya Dibaca saat menghadapi kesulitan, kesempitan, masalah yang berat, atau saat merasa terpuruk

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Tansliterasi

Laa ilaaha illaa Anta, Subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin

Terjemahan

Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim

Waktu yang dianjurkan

  • Saat menghadapi kesulitan
  • Saat merasa terpuruk
  • Setiap saat

Pengulangan

1-100xDapat dibaca berulang-ulang hingga merasakan ketenangan dan pertolongan Allah

Indikator

Mudah diucapkan

Easy

Mudah diingat

Easy

Popularitas

High

Keaslian sumber

Shahih

Sumber & Referensi

Doa ini didukung oleh sumber-sumber yang terpercaya berikut ini:

Sumber Utama

Al-Quran
Utama
Mutawatir

QS. Al-Anbiya : 87

Terverifikasi Para Ulama

Doa ini telah diteliti dan diverifikasi oleh para ulama sebagai doa yang shahih dan sesuai dengan syariat Islam.

Keutamaan

  • Kunci keluar dari segala kesulitan dan kesempitan
  • Doa yang pasti dikabulkan Allah
  • Menyadarkan diri atas kesalahan dan dosa
  • Mendekatkan diri kepada Allah dengan tauhid

Frequently Asked Questions

Mengapa doa ini sangat mustajab?

Karena mengandung tauhid (Laa ilaaha illaa Anta), tasbih (Subhaanaka), dan pengakuan dosa (innii kuntu minazh-zhaalimiin). Ketiga unsur ini adalah kunci diterimanya doa

Apa hubungan doa ini dengan kisah Nabi Yunus?

Nabi Yunus meninggalkan kaumnya tanpa izin Allah, lalu ditelan ikan. Dalam kondisi paling sulit itulah beliau berdoa dengan doa ini dan Allah menyelamatkannya

Apakah doa ini hanya untuk kesulitan besar?

Tidak, doa ini bisa dibaca untuk kesulitan apapun, besar atau kecil. Rasulullah SAW menjamin doa ini akan dikabulkan

Verified By

  • Al-Quran Al-Karim
  • Imam At-Tirmidzi
  • Imam Ahmad
  • Imam An-Nawawi

Penjelasan Lengkap

Doa Nabi Yunus

Bacaan Arab

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Cara Membaca (Transliterasi)

Laa ilaaha illaa Anta, Subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin

Arti

"Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."

Penjelasan

Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Yunus AS (Dzun Nun) saat berada dalam kondisi paling sulit yang bisa dibayangkan manusia. Beliau berada dalam tiga kegelapan:

  1. Gelapnya malam - Kejadian ini terjadi di malam hari
  2. Gelapnya lautan - Beliau berada di dasar laut
  3. Gelapnya perut ikan - Ditelan oleh ikan besar

Dalam kondisi yang tampak mustahil untuk selamat, Nabi Yunus berdoa dengan doa ini. Allah berfirman:

"Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (QS Al-Anbiya: 88)

Struktur Doa yang Sempurna

Doa ini mengandung tiga unsur penting:

1. Tauhid (لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ)

Pengakuan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Ini adalah kalimat tauhid yang paling agung.

2. Tasbih (سُبْحَانَكَ)

Mensucikan Allah dari segala kekurangan. Mengakui bahwa Allah Maha Suci dan tidak pernah zalim kepada hamba-Nya.

3. Pengakuan Dosa (إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ)

Mengakui kesalahan diri sendiri. Bukan menyalahkan keadaan atau orang lain, tapi introspeksi bahwa masalah datang karena dosa sendiri.

Janji Rasulullah SAW

Rasulullah SAW bersabda:

"Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan: 'Laa ilaaha illaa Anta, Subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin.' Tidaklah seorang muslim berdoa dengan doa ini untuk sesuatu apapun, kecuali Allah akan mengabulkannya." (HR. Tirmidzi, dishahihkan Al-Albani)

Waktu yang Tepat

  • Saat menghadapi kesulitan - Masalah keuangan, kesehatan, keluarga, dll
  • Saat merasa terpuruk - Depresi, kecemasan, keputusasaan
  • Saat merasa buntu - Tidak tahu harus berbuat apa
  • Setiap saat - Sebagai dzikir harian

Keutamaan

  1. Doa Mustajab: Dijamin dikabulkan oleh Rasulullah SAW
  2. Kunci Keluar dari Kesulitan: Membuka jalan dari segala kesempitan
  3. Mengandung Tauhid: Kalimat paling agung di sisi Allah
  4. Mengajarkan Introspeksi: Tidak menyalahkan keadaan, tapi memperbaiki diri

Kisah Nabi Yunus AS

Nabi Yunus AS diutus kepada penduduk Ninawa (Irak modern). Ketika kaumnya tidak beriman, beliau meninggalkan mereka tanpa izin Allah. Di perjalanan laut, kapal yang beliau tumpangi terkena badai. Setelah diundi, beliau terpilih untuk dilempar ke laut dan ditelan ikan besar.

Dalam perut ikan, beliau bertasbih dan berdoa. Allah memerintahkan ikan untuk memuntahkannya di tepi pantai. Nabi Yunus kembali ke kaumnya dan ternyata mereka sudah beriman setelah melihat tanda-tanda azab.

Tips Praktis

  • Baca dengan penuh kerendahan hati dan kesadaran atas kesalahan diri
  • Perbanyak di waktu-waktu sulit
  • Kombinasikan dengan istighfar dan taubat
  • Yakin bahwa Allah pasti mengabulkan
  • Jangan putus asa, terus berdoa sampai pertolongan datang

Pelajaran dari Doa Ini

  1. Tidak ada kondisi yang mustahil bagi Allah - Jika Nabi Yunus bisa selamat dari perut ikan, masalah kita pasti bisa diselesaikan
  2. Introspeksi lebih baik dari menyalahkan - Akui kesalahan, bukan menyalahkan keadaan
  3. Tauhid adalah kunci - Kembalikan semua urusan hanya kepada Allah
  4. Allah selalu mendengar - Di mana pun kita berada, doa kita sampai kepada Allah

Dalil dan Referensi

  • Al-Quran Surah Al-Anbiya (21) ayat 87-88
  • Al-Quran Surah Ash-Shaffat (37) ayat 139-148
  • Hadits Riwayat Tirmidzi No. 3505
  • Hadits Riwayat Ahmad No. 1462
  • Tafsir Ibnu Katsir
  • Kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi